Antara Syari'at, Thoriqot, Hakikat dan Ma'rifat.
1. Syari'at :
Adalah hukum Islam yaitu Al-qur’an dan Al-Hadits, Ijma dan Qiyas yang
merupakan sumber acuan utama dalam semua produk hukum dalam Islam, yang
selanjutnya menjadi Madzhab-madzhabilmu Fiqih. Aqidah dan berbagai
disiplin ilmu dalam Islam yang dikembangkan oleh para ulama dengan
memperhatikan Atsar para shahabat Ijma’ dan Qiyas. Dalam hasanah
ilmu keislaman terdapat madzhab fiqih yang mu’tabar (Shohih dan bisa
dipertanggung jawabkan kebenarannya) oleh para ulama. Sedangkan dalam
hasanah ilmu Tuhid (keimanan), juga dikenal dengan ilmu kalam.
Namun dalam masalah keimanan berbeda dengan Fiqih. Dalam Fiqh masih ada
toleransi atas perbedaan selama perbedaan tersebut tetap merujuk pada
Al-Qur’an dan Sunnah, dan sudah teruji kebenarannya serta diakui
kemu'tabarannya oleh para 'Ulama yang kompeten.
Keyakinan dalam
ilmu syari'at duduknya ditubuh, disebut ilmu yakin. Yaitu : Yakin benar
sesuai apa kata Guru/Mursyid / Pembimbing dan atau pada apa yang
tertulis di kitab-kitab termasuk pada Al-Quran dan Hadits, Ijma dan
Qiyas jumhur para 'Ulama.
Orang-orang yang duduk di keyakinan
ini disebut muslim karena hanya mengikuti perintah dan larangan pada
lahirnya saja dari apa yang tersurat atau tertulis baik yang ada dikitab
termasuk Al-Qur'an dan As-Sunnah maupun dari apa yang disampaikan oleh
Guru / Mursyid / Pembimbing.
2. Thoriqoth :
Adalah jalan /
cara / metode implementasi syari'at. Yaitu cara / metode yang ditempuh
oleh seseorang dalam menjalankan Syari'at Islam, sebagai upaya
pendekatannya kepada Allah Subhanahu wata'ala. Jadi orang yang
berthoriqoh adalah orang yang melaksanakan hukum Syari'at, lebih
jelasnya Syari'ah itu hukum dan Thoriqoh itu prakteknya / pelaksanaan
dari hukum itu sendiri.
Thoriqoh ada 2 (dua) macam metode :
A. Thoriqoh ‘Aam : adalah melaksanakan hukum Islam sebagaimana
masyarakat pada umumnya, yaitu melaksanakan semua perintah, menjauhi
semua larangan agama Islam dan anjuran anjuran sunnah serta berbagai
ketentuan hukum lainnya sebatas pengetahuan dan kemampuannya tidak ada
bimbingan khusus dari guru / mursyid / muqoddam.
B. Thoriqoh
Khas : Yaitu melaksanakan hukum Syari'at Islam melalui bimbingan lahir
dan batin dari seorang guru / Syaikh / Mursyid / Muqoddam. Bimbingan
lahir dengan menjelaskan secara intensif tentang hukum-hukum Islam dan
cara pelaksanaan yang benar. Sedangkan bimbingan batin adalah tarbiyah
rohani dari sang guru / Syaikh / Mursyid /Muqoddam dengan idzin bai’at
khusus yang sanadznya sambung sampai pada Baginda Nabi Muhammad,
Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasallam. Thoriqoh Khas ini lebih dikenal
dengan nama Thoriqoh Sufiyah-Tasawwuf / Thoriqoh al-Auliya’.
Thoriqoh Sufiyah yang mempunyai idzin dan sanadz langsung dan sampai
pada Rosululloh itu berjumlah 360 Thariqah. Dalam riwayat lain
mengatakan 313 thariqah.
Dalam kitab Mizan Al-Qubro yang dikarang oleh Imam Asy-Sya’rony ada sebuah hadits yang menyatakan :
ان شريعتي جا ئت على ثلاثما ئة وستين طريقة ما سلك احد طريقة منها الا نجا
(ميزان الكبرى للامام الشعرني : 1 / 30)
Sesungguhnya syariatku datang dengan membawa 360 thariqah (metoda
pendekatan pada Allah), siapapun yang menempuh salah satunya pasti
selamat.
(Mizan Al-Qubro Al-Imam Sya'rony: 1 / 30 )
Dalam riwayat hadits yang lain dinyakan bahwa :
ان شريعتي جائت على ثلاثمائة وثلاث عشرة طريقة لا تلقى العبد بها ربنا الا دخل الجنة ( رواه الطبرني )
Sesungguhnya syariatku datang membawa 313 thariqah (metode pendekatan
pada Allah), tiap hamba yang menemui (mendekatkan diri pada) Tuhan
dengan salah satunya pasti masuk surga.
[HR. Thobarony]
Terlepas dari perbedaan redaksi dan jumlah thoriqoh pada kedua riwayat
hadits diatas, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus percaya
akan adanya thoriqoh sebagaimana direkomendasi oleh hadits tersebut.
Kalau tidak percaya berarti tidak percaya dengan salah satu hadits Nabi
Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam yang Al-Amiin (terpercaya dan tidak
pernah bohong).
Lalu bagaimana hukumnya golongan yang tidak percaya pada Hadits Nabi yang shohiih...???
Semua thoriqoh sufiyah yang ada dalam Islam, pada perinsip pengamalannya terbagi menjadi dua macam.
Yaitu thoriqoh mujahadah dan Thoriqoh Mahabbah. Thoriqoh mujahadah
adalah thoriqoh / mitode pendekatan kepada Allah Subhanahu WaTa'ala
dengan mengandalkan kesungguhan dalam beribadah, sehingga melalui
kesungguhan beribadah tersebut diharapkan secara bertahap seorang hamba
akan mampu menapaki jenjang demi jenjang martabah (maqamat) untuk
mencapai derajat kedekatan disisi Allah Subhanahu WaTa'ala dengan
sedekat dekatnya.
Sebagian besar thoriqoh yang ada adalah mujahadah.
Sedangkan thoriqoh mahabbah adalah thoriqoh yang mengandalkan rasa
syukur dan cinta, bukan banyaknya amalan yang menjadi kewajiban utama
dalam perjalanannya menuju hadlirat Allah Subhanahu WaTa'la seorang
hamba memperbanyak ibadah atas dasar cinta dan syukur akan limpahan
rohmat dan ni'mat Allah Subhanahu WaTa'ala, tidak ada target maqamat
dalam mengamalkan kewajiban dan berbagai amalan sunnah dalam hal ini.
Tapi dengan melaksanakan ibadah secara ikhlas tanpa memikirkan pahala,
baik pahala dunia maupun pahala akhirat , kerinduan si hamba yang penuh
cinta pada yang Kholiq akan terobati. Yang terpenting dalam thoriqoh
mahabbah bukan kedudukan / jabatan disisi Allah. tapi menjadi kekasih
yang cinta dan dicintai oleh Allah Subhanahu WaTa'ala. Habibulloh adalah
kedudukan Nabi kita Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam.
(Nabiyulloh Adam shafiyullah, Wanabiyulloh Ibrohim Kholilulloh,
Wanabiyulloh Musa Kalimulloh, Wanabiyulloh Isa Ruhulloh sedangkan
Wanabiyulloh Sayyidina Nabi Muhammad SAW Habibulloh).
Satu satunya thoriqoh yang menggunakan mitode mahabbah adalah Thoriqoh At-Tijany.
3. Haqiqoth / hakikat
Yaitu sampainya seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
wata'ala. di depan pintu gerbang kota tujuan, yaitu tersingkapnya
hijab-hijab pada pandangan hati seorang salik (hamba yang mengadakan
pengembaraan bathin) sehigga dia mengerti dan menyadari sepenuhnya
Hakikat dirinya selaku seorang hamba didepan TuhanNya Allah selaku yang
Kholiq Allah Subhanahu wata'ala. bertolak dari kesadaran inilah, ibadah
seorang hamba pada lefel ini menjadi berbeda dengan ibadah orang
kebanyakan.
Sedangkan golongan Muhaqqiqqiin tidak seperti itu,
mereka beribadah dengan niat semata mata karena Allah Subhanahu
WaTa'ala, sebagai hamba yang baik mereka senantiasa menservis majikan /
tuannya dengan sepenuh hati dan kemampuan, tanpa ada harapan akan gaji /
pahala. Yang terpenting baginya adalah ampunan dan keridloan Tuhannya
Allah semata / karna Lillah. Jadi tujuan mereka adalah Allah Subhanahu
WaTa'ala (berzuhud tidak hubbuddunya) bukan benda benda dunia termasuk
surga sebagaimana tujuan ibadah orang kebanyakan tersebut diatas.
Keyakinan dalam Ilmu Hakekat / Hakiqot duduknya di Nyawa, disebut Hakkul YAKIN. Yaitu : Yakin benar sesuai apa kata Nyawa.
Keyakinan pada Nyawa yang dikatakan sebenar-benarnya Guru / Mursyid
MuRobbii adalah Nur Muhammad Rosulillah Sholallohu 'Alaihi Wasallam
sebagai pemegang Kunci pintu surga / Miftahul Jannah dan keyakinan pada
Nyawa ini berdasarkan Firman Allah Shubhanahu wata'ala dalam Al-Qur'an.
Allah mengilhamkan kepada Jiwa / Nyawa itu jalan Kefasikan dan
KeTaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan Jiwa /
Nyawa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
[ Asy-Syams 8-10 ]
4. Ma’rifath / ma'rifatulloh :
Adalah tujuan akhir seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala.
(salik) Yaitu masuknya seorang salik kedalam istana suci kerajaan Allah
Subhanahu wata'ala. ( Wushul ilalloh Subhanahu wata'ala). sehingga dia
benar benar mengetahui dengan pengetahuan langsung dari Allah Subhanahu
WaTa'ala, baik tentang Tuhannya dengan segala keagungan Asma’Nya, Sifat
sifat, Af’al serta DzatNya. Juga segala rahasia penciptaan mahluk
diseantero jagad raya ini. Para ‘Arifiin ini tujuan dan cita cita
ibadahnya jauh lebih tinggi lagi, mereka bukan hanya ingin Allah
Subhanahu WaTa'ala dengan Ampunan dan keridloanNya, tapi lebih jauh
mereka menginginkan kedudukan yang terdekat dengan Sang Kholiq, yaitu
sebagai hamba hamba yang cinta dan dicintai oleh Allah Subhanahu
WaTa'ala.
(syari'ath dan Thoriqoh) kita bisa mempelajari teori
dan praktek secara langsung kepada pembimbing / Guru / Mursyid, baik
melalui membaca kitab-kitab /buku-buku maupun melalui
pelajaran-pelajaran (ta’lim) dan pendidikan (Tarbiyah) bagi ilmu
Thoriqoh. Sedangkan Haqiqoth/hakikat dan ma’rifath pada prinsipnya tidak
bisa dipelajarisebagai mana Syari'ah dan Thoriqoh karena sudah
menyangkut Dzauqiyah.
Haqiqoth/hakikat dan ma’rifath lebih
tepatnya merupakan buah / hasil dari perjuangan panjang seorang hamba
yang dengan konsisten (istiqomah) mempelajari dan menggali kandungan
syari'ah dan mengamalkanya dengan ikhlas semata mata karena ingin
mendapatkan ridlo dan ampunan serta cinta Allah Subhanahu WaTa'ala.
Keyakinan dalam Ilmu Ma'rifattulloh duduknya di Rahasia, disebut
Kamalul Yakin atau Yakin yang sempurna. Yaitu : Yakin benar karena Allah
semata ( Kontak Langsung )
Keyakinan pada tingkatan ini hanya
dimiliki oleh orang yang bertaqwa dan telah dimuliakan oleh Allah
Subhanahu wata'ala atau biasa disebut sebagai kekasih Allah subhanahu
wata'ala atau Auliya, keyakinannya berdasarkan atas penyaksian yang
terjadi dalam perjalanan Spiritual yang di perjalankan oleh Allah
Subhanahu wata'ala sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam
Al-Qur'an.
Aku tidak menghadirkan mereka ( Iblis dan anak
cucunya ) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak pula
penciptaan diri mereka sendiri,dan tidaklah aku mengambil orang-orang
yang menyesatkan itu sebagai penolong..
( Al-Kahfi 51 )
Penyaksian yang terjadi termasuk bertemu dengan Allah swt sebagaimana
yang di isyaratkan dalam Hadist, Rosulillah Sholallohu 'Alaihi wasallam
berkata :
Seseorang diantara kamu akan bercakap-cakap dengan
TuhanNya tanpa ada penterjemah dan dinding yang mendindinginya.( HR.
Bukhori )
Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang diibaratkan
permata yang terpendam,tidakdapat mengetahuinya kecuali Ulama Billah,
Apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut maka tidak seorangpun yang
membantahnya kecuali orang – orang yang tidak paham tentang Allah.
( Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi RA
Antara Syari'at, Thoriqot, Hakikat dan Ma'rifat.
Daftar Blog Saya
Statistik
Blogroll
Labels
- belajar peka (4)
- Juga manusia Biasa (5)
- PKN (20)
- tobat (2)
Blogger templates
Blogger news
handapeunpost
Blogger templates
Poll
Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
SHIH HUANG TI 259 SM-210 SM Kaisar Cina yang besar Shih Huang Ti dari tahun 238-210 SM menyatukan Cina dengan kekuatan senjata d...
-
Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Anggota Dewan Perwalian terdiri atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut. a) Negara-negara y...
-
Antara Syari'at, Thoriqot, Hakikat dan Ma'rifat. 1. Syari'at : Adalah hukum Islam yaitu Al-qur’an dan Al-Hadits, Ijma dan Qi...
-
Majelis Umum (General Assembly) Majelis Umum PBB merupakan badan tertinggi PBB, yang anggotanya terdiri dari semua negara anggota PBB...
-
Dewan Keamanan (Security Council) Dewan keamanan PBB merupakan badan yang sangat penting dari organisasi PBB. Badan ini diberi tanggung...
-
1. Apakah pengertian mujahadah. • Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah : berjuang, bersungguh – sungguh, berperang melawan musuh. D...
-
a Inviolability (tidak dapat diganggu gugat) Inviolability (tidak dapat diganggu gugat) adalah kekebalan terhadapalat-alat k...
-
kalimat ‘lagi gak ngapa-ngapain’ memang sudah populer sejak awal era SMS-an. Biasanya kalimat ini terpaksa digunakan setelah Pelaku SMS-an ...
-
2) Maklumat Bangsa-Bangsa (Declaration of The United Nations) Pertemuan yang diadakan di Washington, ibu kota Amerika Ser...
-
4) Dumbarton Oaks Proposals K empat negara yang menandatangani Maklumat Moskow setahun kemudian mengadakan tukar pikiran di Dumbarton...
foolow
Mengenai Saya
Postingan Populer
-
SHIH HUANG TI 259 SM-210 SM Kaisar Cina yang besar Shih Huang Ti dari tahun 238-210 SM menyatukan Cina dengan kekuatan senjata d...
-
Dewan Perwalian (Trusteeship Council) Anggota Dewan Perwalian terdiri atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut. a) Negara-negara y...
-
Antara Syari'at, Thoriqot, Hakikat dan Ma'rifat. 1. Syari'at : Adalah hukum Islam yaitu Al-qur’an dan Al-Hadits, Ijma dan Qi...
-
Majelis Umum (General Assembly) Majelis Umum PBB merupakan badan tertinggi PBB, yang anggotanya terdiri dari semua negara anggota PBB...
-
Dewan Keamanan (Security Council) Dewan keamanan PBB merupakan badan yang sangat penting dari organisasi PBB. Badan ini diberi tanggung...
-
1. Apakah pengertian mujahadah. • Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah : berjuang, bersungguh – sungguh, berperang melawan musuh. D...
-
a Inviolability (tidak dapat diganggu gugat) Inviolability (tidak dapat diganggu gugat) adalah kekebalan terhadapalat-alat k...
-
kalimat ‘lagi gak ngapa-ngapain’ memang sudah populer sejak awal era SMS-an. Biasanya kalimat ini terpaksa digunakan setelah Pelaku SMS-an ...
-
2) Maklumat Bangsa-Bangsa (Declaration of The United Nations) Pertemuan yang diadakan di Washington, ibu kota Amerika Ser...
-
4) Dumbarton Oaks Proposals K empat negara yang menandatangani Maklumat Moskow setahun kemudian mengadakan tukar pikiran di Dumbarton...

0 komentar:
Posting Komentar